Hak Milik Atau Pinjaman (2)



Tidak tanggung-tanggung, gagasan ini direalisasikan secara integral dan komprehensif. Pertama diawali dari pembangunan kesadaran atas aturan main. Berarti perlunya dilakukan penyadaran terhadap manusia itu sendiri melalui institusi pendidikan dengan berbagai tingkatan.

Dasar, menengah, atas, universitas. Cermatilah, dimana tempat di bumi ini yang tidak dibangun institusi pendidikan dengan tingakatan tersebut. Misalkan ada daerah yang belum mempunyainya, dapat dipastikan akan ada usaha untuk mengadakannya. Pendidikan menjadi semacam ideologi default yang menghegemoni.

Baru dikatakan manusia jika sudah mengetahui dan mengenyam pendidikan. Baru dikatan negara yang maju dan modern jika sudah berusaha memaksimalkan pendidikan bagi rakyatnya. Rakyat pun dituntut juga untuk mengaksesnya dengan usaha sendiri ataupun dengan sokongan pihak terkait.

Langkah ini adalah langkah awal memahamkan manusia tentang cara atau aturan main kemajuan. Cara mencapai yang diesebut hak milik yang sudah disepakati. Walaupun tidak pernah ada deklarasi yang secara khusus menyatakan hal ini, tapi inilah yang sebenarnya terjadi.

Konsep ini dapat dengan mudah diterima tanpa adanya deklarasi, tanpa adanya pemaksaan. Mungkin karena didukung oleh insting alamiah manusia sehingga mudah diterima.

Sekilas seakan-akan manusia menemuka solusi peradaban. Kelihatannya inilah garis yang memang ditentukan untuk manusia. Tapi jangan terlalu terpana dengan pencapaian itu, karena pencapaian ini juga diikuti dengan evolusi konflik yang sebelumnya berupa gesekan yang berujung pada bentrok fisik kemudian berubah bentuk menjadi pertandingan perebutan hak milik secara sistematis dan lebih “sah”.

Efeknya tidak kalah menghancurkan dari model konflik yang terdahulu. Hanya saja bukan fisiknya yang rusak tapi pikiran dan jiwa manusia yang dikoyak. Disembelih kemanusian dari manusia dan dijauhkan dari nilai-nilai Tuhan.

Yang paling penting dan menjadi tujuan manusia zaman modern adalah bagaimana mempersiapkan diri sebaik mungkin dan secanggih mungkin untuk siap berlaga dalam gelanggang perebutan hak milik.

Apapun yang relevan bagi tercapainya kemenangan dalam pertempuran akan diusahakannya dari segi fisik, intelektual bahkan jiwanya pun disetting untuk punya ketangguhan juang menghadapi kompetensi. Apapun caranya tetapi semangatnya tetap sama yaitu semangat menyongsong kemenangan dalam perebutan hak milik.

Hak milik pun sebatas hak milik yang bersifat materi dan kekusaan. Hal ini sudah tidak bisa dibendung lagi. Sulit rasanya untuk menghindar dari hal ini. Lagi pula mengapa menghindar? Kan tidak ada yang menyalahkan dan juga semua orang sepakat bahwa memang seperti inilah cara dunia bergulir. Kalau kita tinjau dari segi tersebut memang tidak ada alasan untuk menghindar, bahkan kita akan dicap kampungan dan primitif kalau sampaia melawan arus.

Tapi coba sesekali menengok ke langit kesadaran jiwa yang tertinggi. Tanyakan apakah tepat kepetusan yang diambil oleh mayoritas penduduk bumi itu? Apakah sudah sesuai dengan kodrat penciptannya? Apakah memang benar inilah konsep paling final dan paling tepat bagi eksistensi manusia? Saya sarankan anda menengok ke langit memang karena sudah tidak ada lagi tempat untuk bisa merenungi masalah ini dengan lebih jernih.

Kita sudah sangat terkepung dengan keadaan. Sudah sangat tidak bisa lari dari kenyataan. Satu-satunya jalan ya bertanya pada yang sesungguhnya memilki hak milik. Pemegang kunci-kunci langit dan pencetus keberadaan manusia itu sendiri. Mulailah dengan segenap tenaga menerbangkan kesadaranmu ke sana agar kamu bisa melihat gamabar besar peradaban dan arah geraknya dari ketinggian. Sehingga jelas maksud dan tujuannya.

Nanti akan terlihat bahwa ternyata apa yang manusia lakukan dewasa ini sebenarnya sudah banyak menyeleweng dari iradah langit. Bukan posisi manusia untuk memiliki hak milik. Hakikatnya semua ini adalah pinjaman. Yang dimaksud semua ini ya benar-benar semuanya tanpa terkecuali. Bahkan diri manusia sendiri bukanlah miliknya. Kita ini ada yang memilki.

Posisi kita adalah abdi. Segala yang dilakukan adalah pengabdian. Bahkan metabolisme biologi dan sosial kita adalah suatu bentuk pengabdian. Engkau berjalan itu pasti mengabdi pada hukum gerak. Bergaul juga merupakan pengabdian pada fitrah manusia. Kita tidak bisa lari dari semua itu. Tapi ada satu bagian yang oleh Allah, manusia diberi sedikit kebebasan untuk tidak taat asas pengadian.

Yaitu pada bagian sikap hidup. Dibuat sedemikian rupa oleh Allah sehingga manusia menjadi penentu atas pilihannya sendiri. Menjadi tuan sementara atas apa yang dikehendakinya walaupun kebebasan itu tetap terbatas dan tidak pernah bisa menembus batas kehendak Allah. Pada bagian inilah banyak manusia tergelincir. Karena kesempatan menjadi tuan sementara itulah manusia merasa menjadi benar-benar tuan bagi dirinya.

Bukanlah kamu yang memilki dirimu, hanya Allah yang memiliki. Kamu hanya dipinjami dirimu untuk suatu saat di proses kembali kepadanya. Dan memang semuanya sedang menjalani proses Ilaihi raaji'uun.

Sesungguhnya kami adalah milik Allah dan kepada-Nya-lah kami kembali. (QS Al Baqarah, Ayat 156)
Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku. ( QS, Adz Dzaariyaat, Ayat 56)

COMMENTS

Name

act,5,al quran,2,alamanda,1,aleppo,1,bulughul maram,1,cbk,7,dakwah,1,hikmah,9,himatana,1,jendela,1,kabar internasional,2,kabar ldk,10,kabar nasional,2,kajian,1,kammi,7,kmi,22,kmi_event,3,kompaq,4,ldk univ,9,media,7,middle_east,2,muslim,1,nuruttaqwa,2,pai,4,palestina,1,pemikiran islam,34,pengembangan diri,1,pojok penyemangat,7,qurban,1,rohingya,2,sarbini,1,siria,1,syam,1,syiar,1,syria,1,takmir,9,tsaqofa,1,tsaqofah,36,wanita,1,
ltr
item
Muslim Veteran: Hak Milik Atau Pinjaman (2)
Hak Milik Atau Pinjaman (2)
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiun8_MSW0k0kfS2NgPSAiD3R77p1y1x7ZRNmcW2DellBTPubjt3hfbFOpdi_KmH2TBlYRhxqV7hwEfeFryx6LceqWgxZk6vHJ1RIZK8iVX_TyRHT_i9K8oHdLJ8QGQxr0zkfgeM3ic9VM/s320/02.jpg
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiun8_MSW0k0kfS2NgPSAiD3R77p1y1x7ZRNmcW2DellBTPubjt3hfbFOpdi_KmH2TBlYRhxqV7hwEfeFryx6LceqWgxZk6vHJ1RIZK8iVX_TyRHT_i9K8oHdLJ8QGQxr0zkfgeM3ic9VM/s72-c/02.jpg
Muslim Veteran
https://muslimveteran.blogspot.com/2017/03/hak-milik-atau-pinjaman-2.html
https://muslimveteran.blogspot.com/
http://muslimveteran.blogspot.com/
http://muslimveteran.blogspot.com/2017/03/hak-milik-atau-pinjaman-2.html
true
157995356394649348
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy