Renungan di Pojok Masjidil Haram


Iman adalah ucapan dan perbuatan yang disertai dengan pembenaran atau keyakinan. Iman itu juga bertambah dengan ketaatan dan berkurang dengan kemaksiatan.

"Dia-lah yang telah menurunkan ketenangan ke dalam hati orang-orang mukmin supaya keimanan mereka bertambah di samping keimanan mereka (yang telah ada)." (QS. Al-Fath: 4)

Rasulullah SAW bersabda, "Tidaklah hati itu melainkan ia juga memiliki awan, sebagaimana pula rembulan yang bercahaya. Jika awan itu tebal, maka ia tidak nampak, dan jika awan itu menghilang, maka ia menjadi terang." (HR. Thabrani dalam Al-Mu'jam Al-Ausath)

Ketika kemaksiatan menumpuk, cahaya iman tertutup. Seperti rembulan, ketika awan tebal, cahaya rembulan tertutup sehingga tidak dapat menyinari bumi. Karena itu, perlu kiranya hati diperbaiki dengan menyegarkannya kembali dengan amal yang dapat menguatkan iman. Misalnya, membaca Al-Qur'an, dzikir, membaca shalawat, ziarah kubur, bertaubat dan beristighfar, mengunjungi suadara yang sedang sakit, menjaga sholat lima waktu dengan berjama'ah di masjid, menyatuni fakir miskin dan yatim piatu, serta orang-orang membutuhkan bantuan.

Ini hanyalah sebagian saja dari amal yang dapat menyegarkan kembali hati yang tertutup oleh awan kemaksiatan.

Hati itu laksana raja yang mengendalikan seluruh rakyatnya. Jika raja itu baik, maka rakyat akan baik, jika raja itu rusak, maka rusak pula rakyatnya. Demikianlah sabda Rasulullah, " ..., ingatlah, bahwa di dalam diri manusia ada segumpal daging, jika ia baik, maka baik pula seluruh fisiknya, jika ia rusak, maka rusak pula seluruh fisiknya. Perhatikanlah, bahwa yang dimaksudkan daging itu adalah hati." (HR. Bukharidan Muslim)

Tidak ada sesuatu yang lebih mempercepat hati menjadi gelap dan tertutupi oleh awan melainkan dosa. Apalagi  di zaman sekarang ini. Perilaku manusia Yang seringkali menyimpang dari jalan Allah serta kondisi lingkungan yang kurang mendukung terhadap penjagaan hati (iman). Karenanya, senantiasa mengawasi dan memperhatikan iman, adalah keniscayaan.

Akankah tertunda lagi?!

أَلَمْ يَأْنِ لِلَّذِينَ آمَنُوا أَنْ تَخْشَعَ قُلُوبُهُمْ لِذِكْرِ اللَّهِ وَمَا نَزَلَ مِنَ الْحَقِّ وَلَا يَكُونُوا كَالَّذِينَ أُوتُوا الْكِتَابَ مِنْ قَبْلُ فَطَالَ عَلَيْهِمُ الْأَمَدُ فَقَسَتْ قُلُوبُهُمْ وَكَثِيرٌ مِنْهُمْ فَاسِقُونَ (16)

Allah berfirman, yang artinya, "Belumkah datang waktunya bagi orang-orang yang beriman, untuk tunduk hati mereka mengingat Allah dan kepada kebenaran yang telah turun (kepada mereka), dan janganlah mereka seperti orang-orang yang sebelumnya telah diturunkan Al-Kitab kepadanya, kemudian berlalulah masa yang panjang atas mereka lalu hati mereka menjadi keras, dan kebanyakan di antara mereka adalah orang-orang yang fasik." (QS. Al-Hadid: 16)

Bukankah sekarang ini adalah waktunya? Lebih menundukkan jiwa dan hati, agar ruh dapat melekat dengan Pencita-Nya.

Tunduk terhadap kemuliaan dan keagungan Allah, patuh terhadap aturan-aturan-Nya? Meninggalkan larangan-larangan-Nya, serta memperhatikan batasan-batasan hukum yang Allah tetapkan ?

Sekian lama kita berislam, beriman dan beramal. Mengapa hati masih sering menunda ?!

Sungguh, lemahnya rasa takut kepada Allah Azza Wa Jalla itu menunjukkan bahwa hati yang keras, gelap dan banyak penyakit.

Sekarang ini, banyak sekali orang-orang yang mendengar ayat-ayat Allah dibaca, namun air matanya tidak dapat keluar, hatinya tidak tergerak untuk melakukan kebaikan, fisiknya tidak mentaati Allah, dan juga dirinya tidak tergetar.

Kuatnya rasa takut kepada Allah, menunjukkan iman yang bagus dan seseorang telah merasakan manisnya iman.

Karenanya, tergantung imanmu kepada Allah; cintamu kepada Allah; ma'rifatmu kepada Allah, rasa malumu kepada-Nya, rasa takutmu kepada-Nya dan muroqabahmu kepada-Nya.

Tetapi ternyata, banyak diantara kita yang tidak mengerti: apakah hatinya itu lembut atau keras! Mereka berani bermaksiat kepada Allah, seakan-akan Allah tidak melihatnya, Allah tidak mendengarnya dan Allah tidak mengawasinya ….

Karena itulah, Nabi SAW bersabda, " ...., demi Allah, aku adalah orang yang paling takut kepada Allah diantara kalian, dan juga orang yang paling takwa kepada-Nya ..." (HR. Bukhari dan Muslim)

Ke manakah kita akan kembali ...

Inilah yang banyak dilalaikan oleh manusia. Sekalipun ia ingat. Namun tidak memberi pengaruh positif, kecuali sedikit. Kecuali yang dirahmati Allah swt.

Setiap amal ada balasannya. Sungguh! Ini pun kita telah mengetahui dan meyakininya. Namun, terkadang lalai oleh hal selainnya.

Jika kebaikan dilakukan, maka dibalas dengan kebaikan. Jika keburukan dilakukan, maka keburukan pula yang yang diterima. Allah berfirman yang artinya, "Barangsiapa yang mengerjakan kebaikan seberat dzarrahpun, niscaya Dia akan melihat (balasan)nya. Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan sebesar dzarrahpun, niscaya Dia akan melihat (balasan)nya pula." (QS. Az-Zalzalah: 7-8)

15 Dzul Hijjah  1437 H
-------------------------------------
17 September 2016 M


Makkah Al Mukarramah
Sholihun Abu Saaiq Abdul Malik⁠⁠⁠⁠

COMMENTS

Name

act,5,al quran,2,alamanda,1,aleppo,1,bulughul maram,1,cbk,7,dakwah,1,hikmah,9,himatana,1,jendela,1,kabar internasional,2,kabar ldk,10,kabar nasional,2,kajian,1,kammi,7,kmi,22,kmi_event,3,kompaq,4,ldk univ,9,media,7,middle_east,2,muslim,1,nuruttaqwa,2,pai,4,palestina,1,pemikiran islam,34,pengembangan diri,1,pojok penyemangat,7,qurban,1,rohingya,2,sarbini,1,siria,1,syam,1,syiar,1,syria,1,takmir,9,tsaqofa,1,tsaqofah,36,wanita,1,
ltr
item
Muslim Veteran: Renungan di Pojok Masjidil Haram
Renungan di Pojok Masjidil Haram
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjsqXeOvtYF6jfvED_76cu-tXT3qzZGnFuiSxwHlYv0rwQy1UU8n968B00G_WiY6SYrKBiWV-R-r1FuwMNoN9qcdCELxcfzla0tryBumi1raJtsxAi-fjVyaQALnhIE4o_AkpB7gaUsoZdv/s640/faith.png
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjsqXeOvtYF6jfvED_76cu-tXT3qzZGnFuiSxwHlYv0rwQy1UU8n968B00G_WiY6SYrKBiWV-R-r1FuwMNoN9qcdCELxcfzla0tryBumi1raJtsxAi-fjVyaQALnhIE4o_AkpB7gaUsoZdv/s72-c/faith.png
Muslim Veteran
https://muslimveteran.blogspot.com/2016/09/renungan-di-pojok-masjidil-haram.html
https://muslimveteran.blogspot.com/
http://muslimveteran.blogspot.com/
http://muslimveteran.blogspot.com/2016/09/renungan-di-pojok-masjidil-haram.html
true
157995356394649348
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy