“Kepentingannya apa Tuhan bikin semua ini?”





“Kepentingannya apa Tuhan bikin semua ini?”

Pertanyaan itu terus saja berputar-putar di benak saya. Karena pakai logika yang mana pun tidak masuk akal. Logika sudah tak mampu lagi mengolah persoalan ini, akal cuma bisa menerka-nerka tanpa pernah ada kepastian yang dijumpai. Ini perkara absurp tapi benar-benar terjadi.

Allah SWT tidak pernah kurang suatu apapun tapi tiba-tiba bikin apa-apa, yang apa-apa itu bukan masalah sepele bagi manusia. Di dalam apa-apa yang dibuat terkandung berbagai hal yang kalau salah satu saja diuraikan bisa makan waktu sangat lama bahkan mungkin sampai mendekati keabadian. Lantas saya ketemu dengan pendekatan yang lain karena saking mentoknya “mungking memang tidak pernah ada kepentingan sedikit pun”.

Sebab menurut saya kepentingan adalah suatu konsep budaya manusia yang paling egosentris, paling ke-aku-an. Terserah aku itu sekalanya individu, kelompok, nasional, bahkan multi-nasional. Pertimbangannya tidak jauh dari keuntungan. Harta, kekuasaan, ketenaran, nama baik, ya semua hiasan dan gagasan-gagasan artifisial karya manusia abad ini. Lha masak iya Allah Azza Wa Jalla butuh yang palsu-palsu seperti itu?

Pertanyaan ini bikin saya sering senyum-senyum sendiri, tiba-tiba merasa aneh, kikuk, kecil, bodoh, tapi bukan tambah stres tapi malah gembira hati saya. Ini juga fenomena jiwa yang absurp tapi benar-benar terjadi. Kalau kebetulan saya adalah seorang filosof pasti saya akan pusing karena terus-terusan merenung, memutar otak menganalisa setiap detail-detail, menyelami dialektika antara Kepentingan, Tuhan, dan semua ini. Untungya saya bukan filosof jadi produknya malah terbalik yaitu kegembiraan.

Perasaan inferior yang saya rasakan di depan pertanyaan saya sendiri itu adalah bukti (paling tidak untuk saya sendiri) ada hal-hal di alam ini yang belum bisa kita jangkau dengan segala yang kita punya, entah dengan penglihatan, pendengaran, perasaan, bahkan akal yang katanya sesuatu yang bikin manusia paling tinggi derajatnya, atau dengan bantuan teknologi yang sehalus apapun dan se presisi apapun.
Seperti yang saya katakan tadi, ini kalau dibahas secara filosofis hasilnya adalah kelelahan, kejengkelan karena tidak pernah selesai, keraguan karena kalau sudah ruwet pasti nanti yang disalahkan pertanyaannya, yang katanya pertanyaannya salah, tidak bermakna, terdapat pertentangan di dalam pertanyaan itu sendiri bla bla bla  bla....

Disinlah saat yang tepat hati berperan, mengambil alih kendali, menemani akal untuk sekedar merenggangkan syaraf-syaraf yang sudah jenuh. Lalu dengan bijaksana dan nada yang lembut berbisik kepada akal, “mbok sudah lah kal, dari tadi kamu sudah jungkir balik ga karuan, sudah pakai bermacam-macam jurus, dari yang jurus ala yunani seperti Socrtates, Plato, Aristoteles, Descartes, meloncat ke yang arab, Al-Farabi, Ibnu Rusyd, Ibnu Sina, lari ke yang modern Galileo, Newton, Maxwell, Einstein, atau yang ultra modern yang belum atau masih menunggu untuk dirumuskan.

Saya bukan pengen nggurui kamu atau apalah kal, kamu kan tau sendiri saya dan kamu itu terbatas, dan kita memang ditakdirkan untuk hidup dalam batas, mau tidak mau, wajib begitu. Makanya udahlah kita duduk-duduk dulu kita nikmati batas yang sangat indah dan menggembirakan ini. Respon akal : hahahaha benar ti, pinter kamu sekarang, tapi kalau kamu pinter dan sudah sangat filosofis seperti itu terus bendanya apa kamu sama saya?. Respon hati : lho kita itu kan sebenarnya satu kesatuan yang tidak terpisahkan, jadi wajar lah kadang-kadang saya juga filosofis dialektis seperti tadi. Respon akal : Hmmm....”. Kelihatannya pada saat itulah kegembiraan saya memumcak.

Lagi enak-enak berdialektika antara diri, hati, dan akal, tiba-tiba ada sesuatu yang asing menyergap. Jika dilihat esensinya berupa gelombang seperti cahaya karena tidak pernah terganggu dengan ruang dan waktu, tapi esensi itu bermukim dalam kata.

Menyergap kami bertiga yang sedang gembira-gembiranya. Sesuatu itu membuat kami terkagum-kagum, bikin domblong, bikin merasa ndeso, pokoknya ini sesuatu yang aneh. Kata-katanya berbunyi: Iman. Belum hilang rasa kagum kami tiba-tiba kata itu berubah, bertransformasi menjadi jembatan. Terperanjat dengan perubahan tadi, kami bertiga buru-buru bersatu lagi.

Sesaat sebelum bersatu hati berkata : inilah yang saya tunggu, jembatan yang akan menyelesaikan persoalan mu tadi kal. Ini suatu konsep yang memang ditakdirkan oleh yang punya hidup agar kita yang terbatas ini bisa menembus ketakterbatasan, kekekalan, kebadian”. Akal karena sudah capek dari tadi cuma merespon “hmmmm”.

Haris Aribowo

COMMENTS

Name

act,5,al quran,2,alamanda,1,aleppo,1,bulughul maram,1,cbk,7,dakwah,1,hikmah,9,himatana,1,jendela,1,kabar internasional,2,kabar ldk,10,kabar nasional,2,kajian,1,kammi,7,kmi,22,kmi_event,3,kompaq,4,ldk univ,9,media,7,middle_east,2,muslim,1,nuruttaqwa,2,pai,4,palestina,1,pemikiran islam,34,pengembangan diri,1,pojok penyemangat,7,qurban,1,rohingya,2,sarbini,1,siria,1,syam,1,syiar,1,syria,1,takmir,9,tsaqofa,1,tsaqofah,36,wanita,1,
ltr
item
Muslim Veteran: “Kepentingannya apa Tuhan bikin semua ini?”
“Kepentingannya apa Tuhan bikin semua ini?”
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh6HyKUUEOvI5I3-OaRaNuyQqEAlZlFos11BSIhjema7svJz6NeAzwbqrO8Bz8I7kfPk6k4RA38LI1OxIdQxHku949hcpaTYSRmdGLx6pWvM_sKRN8qt3FxyB1TY_UiUlZUe8u6t9G4dj4/s320/The-Real-Universe1.jpg
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh6HyKUUEOvI5I3-OaRaNuyQqEAlZlFos11BSIhjema7svJz6NeAzwbqrO8Bz8I7kfPk6k4RA38LI1OxIdQxHku949hcpaTYSRmdGLx6pWvM_sKRN8qt3FxyB1TY_UiUlZUe8u6t9G4dj4/s72-c/The-Real-Universe1.jpg
Muslim Veteran
https://muslimveteran.blogspot.com/2017/02/kepentingannya-apa-tuhan-bikin-semua-ini.html
https://muslimveteran.blogspot.com/
http://muslimveteran.blogspot.com/
http://muslimveteran.blogspot.com/2017/02/kepentingannya-apa-tuhan-bikin-semua-ini.html
true
157995356394649348
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy