Assalamu'alaykum
warohmatulllahi wabarokatuh
Berikut pertanyaan
beserta jawaban dari CBK(Curhat Bareng KMI)
yang diadakan pada Hari Sabtu, 22 April 2017
Semoga bermanfaat dan
dapat diambil pelajarannya^^
Pertanyaan 1 :
Assalamualaikum. Mau
menanyakan "Di
keluarga saya ada tradisi untuk nyekar ke kuburan mbah dari bapak maupun
ibuk, itu dilakukan sebelum bulan ramadhan, hukumnya menurut islam
bagaimana?"
Terima kasih
Jawab :
Dahulu Rasulullah melarang para sahabatnya untuk
berziarah kubur sebelum disyari’atkannya. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi
wassallam bersabda :“Sesungguhnya aku dahulu telah melarang kalian untuk
berziarah kubur, maka sekarang berziarahlah! Karena dengannya, akan bisa
mengingatkan kepada hari akhirat dan akan menambah kebaikan bagi kalian. Maka
barangsiapa yang ingin berziarah maka lakukanlah, dan jangan kalian mengatakan
‘hujr’ (ucapan-ucapan batil).” (H.R. Muslim), dalam riwayat (HR. Ahmad): “dan
janganlah kalian mengucapkan sesuatu yang menyebabkan kemurkaan Allah.”
Selama itu tidak terdapat ‘hujr’ atau ucapan-ucapan batil maka
diperbolehkan dan bahkan dianjurkan.
__
Pertanyaan 2 :
Pada saat sholat dan
ketika saya ingin merapatkan kaki saya dgn orang lain, kaki orang itu menjauh
kaki saya trus saya dekatkan lagi kakinya tapi menjauh lagi sampai kaki saya
membuka lebar, jika menghadapi seperti itu gimana?
Jawab :
Fiqh sholat masing-masing orang berbeda bisa saja berbeda. Ada yang
merapatkan shaf itu bagian dari kesempurnaan solat. Ada juga yang fiqh nya
rapatkan shaf antara kaki dengan kaki itu bukanlah sebuah keharusan. Dengan
adanya perbedaan fiqh seperti ini, kembali kepada diri masing-masing dengan
dalil yang dibenarkan. Pada dasarnya semua amalan bergantung pada niatnya pada
dasarnya tujuan merapatkan kaki adalah untuk meluruskan barisan, tinggal bagaimana
kita saling menghargainya saja.
__
Pertanyaan 3 :
Amalan-amalan apa saja ya kak yang dapat dilalukan sebelum masuk bulan
Ramadhan?
Jawab :
Rosulullah tidak memerintahkan secara khusus amalan sebelum ramadhan. Kalaupun
ada, itu ijtihad para sahabat dan tabiin ataupun tabi'u tabiin
Namun alangkah baiknya mengamalkan taqwa karena : "Ambillah bekal, dan
sebaik-baik bekal adalah taqwa”(QS. Al-Baqarah:197)
Dan juga cari dulu ilmu tentang bulan ramadhan secara kaffah karena dalam
hadist shahih bukhari meriwayatkan "Ilmu sebelum berbicara dan
beramal"
__
Pertanyaan 4 :
saya pengen banget berdakwah mengajak temen2 saya yg masih jauh dr masjid,
yg suka bilang kalo aku jarang sholat subuh, dan kebanyakan dr mereka anak2
hits, dan aku orangnya kurang bisa cepat akrab sama orang2 yang seperti itu,
gimana ya solusi untuk mendakwahi mereka ? Syukron.
Jawab :
Kalau anak hits biasanya susah langsung untuk menerima hadist atau al
qur'an karena terbiasa berpikir logis dan having fun atau yang senang-senang
saja. Maka dari itu, sering memberi hadiah karena memberi hadiah sesama muslim
itu sunnah memang butuh modal sih, tapi demi saudara seiman tidak mengapa.
Perkara hati itu Allah yang tau tetap ajak dengan cara yang baik, selalu
mendoakan dan tetap berperilaku baik terhadap mereka. Semoga hidayah segera
menyapa walau bukan kali ini, mungkin bisa jadi tabungan di masa yang akan
datang. Meski hadiah kecil ataupun perbuatan kecil itu akan terasa banget bagi
teman-teman kita.
Solusi terbaik lainnya? Berilmu dulu baru beramal. Pelajarin fiqh dakwah, dalam
fiqh dakwah ada yang namanya mad'u (objek dakwah). Kenali siapa objek dakwah
kita. Misal, objek dakwahnya preman, yaa berdakwah layaknya preman dalam segi
penampilan. Sama halnya jika hendak berdakwah di kalangan anak hits, minimal
kita terlihat hits juga namun tetep akhlak baik harus dijaga.
__
Pertanyaan 5 :
urgensi waktu dalam dakwah itu garis besarnya apa?
Jawab :
Urgensi waktu dalam dakwah? Q.S Al-Asr ayat 1-3. Dalam surat tersebut Allah
bersumpah atas nama waktu. Dan kita manusia benar benar dalam kerugian. Kecuali
orang2 yang beriman yang mengerjakan amal kebajikan serta saling menasehati
dalam kebenaran dan saling menasehati dalam kesabaran
Dakwah itu salah satunya menasehati dalam hal kebenaran. Berarti antara
dakwah dengan waktu itu saling berhubungan. Layaknya manusia dengan detak
jantung. Jika detak jantung kita sudah tiada, apa kita masih bisa disebut
sebagai manusia?
Sama halnya jika waktu kita tidak ada atau disia-siakan, apa mungkin masih
ada dakwah?
Intinya waktu itu sangat penting dalam berdakwah, "2 hal yang manusia
lalaikan, yaitu waktu sehat dan waktu luang"
Wallahualam bi sawab
Hamasah Lillah
Wasalamu'alaykum warohmatullahi wabarokatuh
Informasi mengenai CBK lebih lanjut hubungi OA LINE KMI UPNVYK(@ouj1739e)
