| We Are Muslim Family |
Nama saya Habits, dan saya selalu mendampingi anda. Saya adalah pelayan anda yang paling rajin, atau beban anda anda yang paling berat. Saya akan mendorong anda maju, atau menarik anda jatuh ke dalam jurang kegagalan. Saya adalah pelayan bagi semua orang hebat; dan apa boleh buat, juga bagi orang – orang gagal. Mereka yang gagal, saya yang membuat mereka gagal.
Ya, begitulah kutipan beberapa kalimat dari Buku “Habits” yang ditulis oleh Ust. Felix.Y.Siauw. Jika kita berbicara tentang suatu kebiasaan, terutama bagi seorang mahasiswa baru yang mengalami transisi dari dunia SMA ke atmosfer belajar di Perguruan Tinggi tentunya sedikit mengalami kesulitan untuk melakukan berbagai aktivitas baru. Segala bentuk kebiasaan apapun dari hal yang terkecil yang telah kita miliki dari semasa SMA pasti akan diterapkan pula di dunia perkuliahan. Tidak memandang itu kebiasaan baik atau buruk. Karena kebiasaan lahir dari praktik dan pengulangan. Seseorang yang memiliki banyak kebiasaan baik dalam dirinya sudah dapat dipastikan akan lebih berhasil dalam kehidupannya dibandingkan dengan seseorang yang memiliki sedikit kebiasaan baik. Singkatnya, kebiasaan yang menentukan berhasil-tidaknya diri kita dalam hidup ini.
Begitu hebatnya bukan peran kebiasaan untuk menentukan kesuksesan kita? Jadi tunggu apalagi untuk segera take action menjadi seseorang yang memiliki banyak kebiasaan baik. Terutama bagi kalian mahasiswa baru, tentunya sudah lebih mahir untuk mencari tahu tips-tips hidup sukses di dunia perkuliahan. Dan percaya atau tidak, salah satu tips itu mengatakan bahwa kita harus mengikuti suatu organisasi/UKM/komunitas. Mengapa harus organisasi/UKM/Komunitas? Karena saat kalian terjun dalam dunia kerja, kemampuan soft skill pun akan sangat dibutuhkan. Dan sayangnya kemampuan softskill itu tidak bisa kita dapatkan didalam kelas. Hanya organisasi/UKM/Komunitas yang menyediakaannya. Banyak sekali manfaat yang bisa kita ambil. Kita bisa menjadi seorang pemimpin, bisa belajar bagaimana caranya negosiasi, bisa belajar juga bagaimana berinteraksi dengan berbagai macam karakter orang, dan tentunya yang paling penting lagi adalah dapat membentuk kebiaasaan-kebiasaan baik dalam kehidupan kita.
Begitu banyak sekali organisasi kemahasiswaan, berbagai UKM, dan komunitas dalam suatu kampus. Anda pastinya merasa kebingungan untuk memilih salah satu diantara yang lainnya. Perlu anda ketahui, semuanya itu membawa dampak positif bagi diri anda, namun ada salah satu yang paling disarankan untuk anda ikuti. Mengapa? Karena banyak sekali pendapat publik yang positif, dan merasakan manfaat yang begitu luar biasa setelah mengikuti UKM ini. Pasti penasarankan?
Ya, tiada lain dan tiada bukan adalah Lembaga Dakwah Kampus(LDK) yang paling sering mendapat respons positif. Setiap kampus pasti memiliki berbagai nama yang berbeda. UKM adalah sebuah organisasi kemahasiswaan yang merupakan bagian dari ikatan mahasiswa dalam suatu perguruan tinggi yang bertujuan untuk mengembangkan minat, bakat, serta kreativitas para mahasiswa-mahasiswa yang menjadi anggotanya. Sedangkan Lembaga Dakwah Kampus(LDK) lebih mengarah kepada pengembangan kualitas ketaqwaan pribadi anggota, dan menyebarkan Islam kepada orang – orang sekitar. Perbedaan mendasar LDK dan UKM umumnya adalah segi pelayanan. LDK didirikan untuk memberi manfaat sebanyak-banyaknya bagi orang sekitarnya dengan tanpa mengharap keuntungan sedikitpun, karena tujuannya untuk Allah. Untuk itu maka LDK bukanlah UKM biasa seperti yang lainnya.
Salah satu Lembaga Dakwah Kampus(LDK) yang ada di kampus UPN “Veteran” Yogyakarta adalah KMI(Keluarga Mahasiswa Islam). Mengapa harus KMI? Karena KMI menawarkan sejuta kebaikan untuk diri anda. Anda pasti pernah mendengar, bila kita berteman dengan yang menjual minyak wangi, maka kita pun akan tertular wanginya. Sungguh menjadi impian bukan, memiliki teman-teman seperjuangan yang shalih/shalihah dalam kehidupan kita. Dengan berinteraksi bersama mereka juga kita bisa tertular kebiasaan-kebiasaan baiknya. Ketika jam kosong misalnya. Jika kita memiliki teman yang memiliki kebiasaan baik untuk memanfaatkan jam kosong dengan shalat dhuha, maka kita pun akan terotomasi mengikutinya.
Di KMI juga kita bisa memiliki teman seperjuangan dakwah. Gerakan dakwah ibarat tubuh manusia, tidak ada satupun bagian yang lebih penting daripada yang lain, masing-masing memiliki fungsi khususnya. Jantung tidak lebih penting dari kaki, semuanya tidaklah tercipta bathil, melainkan peranan. Action adalah nyawa dari pengemban dakwah. Seseorang pengemban dakwah mesti sadar bahwa dakwah adalah menyeru, dan menyeru adalah kata kerja. Artinya action mutlak diperlukan disitu. Sudah jelas action dari KMI telah terbukti. Banyak sekali program kerja yang bermanfaat khususnya untuk diri sendiri, dan khalayak umum.
Sudah mutlaknya berada dijalan dakwah memang sedikit pengikutnya.Tapi bukankah jadi yang berbeda itu bagus? Dunia hanya bisa mengingat beberapa nama saja, namun tidak semua manusia. Yang diingat oleh dunia hanya yang dapat keluar dari kerumunan. Dan selalu jadilah yang terbaik! Karena dunia selalu memperhatikan sebagian orang, sementara benar-benar cuek terhadap yang lainnya.
Kebiasaan terbentuk seperti spiral. Selama tidak ada gaya luar yang merubah, maka semakin lama ia akan semakin besar. Sayangnya hal ini tidak hanya berlaku pada sesuatu yang baik, namun juga sesuatu yang buruk. Pengemban dakwah suskes pastilah memiliki habits yang lebih baik daripada pengemban dakwah yang biasa-biasa saja. Bila seseorang sudah mengetahui Islam itu sempurna, dakwah itu keharusan, syariah dan khilafah itu wajib, lalu mengap dia malas berdakwah?
Jadi tunggu apalagi?
Gabung KMI [ disini ]
#KARENA KITA KELUARGA!!!