Tujuh hari lalu, aku kesal karena tiba-tiba saja ponselku mati. Beberapa kali kucoba mengaktifkan, tapi tak ada tanda-tanda akan membaik. Aku bersungut kesal. Bayangkan saja, untuk mendapatkan ponsel itu, setiap hari aku harus menyisihkan uang keuntungan berdagang donat.
🌹🌹🌹
Enam hari yang lalu, aku bersikeras akan mengumpulkan uang setiap hari, persis seperti sebelumnya. Pagi itu, aku berangkat membawa dua kali lebih banyak donat untuk dijual. Berharap akan ada keuntungan yang lebih. Aku berjualan dengan semangat. Saking semangat mengayuh sepeda, aku harus ngerem mendadak saat ada seorang anak kecil yang menyebrang. Hasilnya, donatku yang tinggal setengah jatuh berantakan. Bukan untung, tapi rugi. Miris...
🌹🌹🌹
Butuh dua hari untuk mengganti donat-donat yang jatuh tempo hari. Padahal, seharusnya uang itu untuk membeli ponsel. Kekesalanku bertambah 10 persen. Hingga akhirnya, aku bertemu Safea, teman lamaku.
"Ada yang hilang, berarti Allah sudah siapkan yang baru. Tinggal fokus minta pada Allah, dan berusaha. Aku pun melakukan apa yang Safea katakan.
🌹🌹🌹
Dan tepat kemarin, uangku sudah terkumpul. Dengan langkah bahagia, aku menyusuri setiap toko yang ada di salah satu plaza. Hatiku pun menjatuhkan pilihan pada sebuah ponsel berwarna emas yang elegant. Harganya murah, sesuai dengan kantongku. Aku yakin, penjual donat ini akan terlihat kece. Aku menghampiri toko tersebut. Tapi baru saja aku akan menyapa penjualnya. Seorang remaja baru saja selesai transaksi membeli ponsel itu. Hatiku yang bahagia, mendadak jengkel.
Aku keluar toko dengan wajah kesal. Untuk menghabiskan waktu, aku kembali berkeliling. Tanpa sengaja, aku melihat remaja yang membuatku jengkel. Wajahnya tampak kesal. Sesekali, ia mengetuk-ngetuk ponsel barunya ke telapak tangan. Tanpa ia sadari, aku mendekatinya.
"Kenapa ponselnya?" Tanyaku.
"Ini mba, saya baru beli ponsel. Tadi jatuh, langsung mati. Sampai sekarang, gak nyala juga." Katanya.
Mungkin remaja itu punya rezeki lebih. Tidak sepertiku, aku tak bisa menahan kesedihan, jika ponsel itu kubeli, kalau jatuh dan rusak. Entah siapa yang akan kusalahkan.
Masya Allah, Allah tau apa yang terbaik bagiku. Allah punya rahasia indah yang ditunjukan pada saat - saat yang tepat.
✒✒✒✒✒
============
Oleh: Mitha Juniar
