![]() |
| happy people |
Handzalah ra bercerita : Suatu hari, saya bertemu Abu Bakar ra. Lalu dia bertanya, “Bagaimana keadaanmu wahai hanzhalah ?”
Aku jawab : “Hanzhalah munafiq!”
Abu Bakar berkata, “Subhanallah! Apa yang engkau katakan?”
Hanzhalah menjawab : “Ketika aku di sisi Rasulullah saw, beliau mengingatkan kepada kami tentang Neraka dan Surga, sehingga seakan akan keduanya di depan mata. Namun ketika keluar dari majlis Nabi saw, dan tenggelam bersama dengan istri, anak anak dan hal hal yang sia sia, maka kami lupa akan hal itu.”
Abu Bakar ra menjawab: “Demi Allah ! Aku juga begitu.”
Kemudian aku dan Abu Bakar berangkat menemui Rasulullah saw, hingga kami bertemu dengannya, lalu aku berkata kepadanya : “Hanzhalah munafiq ya Rasulullah !”
Lalu Rasulullah saw menjawab : “Bagaimana bisa begitu ?”
Aku (Hanzhalah) berkata: “Ya Rasulullah, ketika kami di sisimu dan mengingatkan kepada kami tentang Surga dan Neraka hingga keduanya seakan akan di depan mata. Namun, ketika kami keluar dari sisimu dan tenggelam bersama istri, anak anak dan hal hal yang sia sia, kami lupa akan hal itu.”
Kemudian Rasulullah saw menjelaskan: “Demi jiwaku yang ada di tangan-Nya; jika kalian senantiasa seperti ketika di sisiku dan tetap dalam dzikir (kepada Allah swt), niscaya malaikat akan menjabat tanganmu –di mana pun kalian berada—di atas tempat tidur kalian dan di jalan jalan kalian. Akan tetapi wahai Hanzhalah.., saat saat –tertentu engkau focus dalam ibadahmu ; dan saat saat tertentu engkau menikmati keindahan duniamu—.
HR. Muslim dari Abi Utsman An-Nahdi.
Faedah – Faedah Hadits
1. Perasaan yang bergejolak dalam diri seseorang yang disertai dengan dorongan pikiran negative sebab anggapan yang keliru, tidak bisa dihukumi. Sehingga hal itu menjadi sebuah keyakinan yang melahirkan tindakan negative yang sesungguhnya.
2. Wajib bertanya kepada yang ahli, sekiranya tidak mengetahui persoalan dalam urusan agamanya, atau masih ragu terhadapnya.
3. Bahwa masing masing diri seseorang memiliki hak. Fisik, akal dan jiwa –hati / ruh. Masing masing harus mendapatkan haknya. Dalam riwayat Al Bukhari Rasulullah saw bersaba: “Sungguh, pada dirimu ada hak –kewajiban yang harus ditunaikan.”
4. Seseorang tidak menjadi munafiq hanya lantaran ia terkadang sibuk dengan hal hal selain Allah swt, selama itu menjadikannya lalai yang menybabkan pada dosa dan kemaksiatan.
5. Jiwa yang terkadang memiliki semangat yang turun dalam ibadah itu adalah manusiawi. Karenanya, penuhilah masing masing haknya selama tidak menyebabkan bahaya bagi dunia, agama dan akhirat.
6. Diperbolehkan bersenang senang dengan hal hal yang mubah, selama itu tidak melalaikan dan menimbulkan bahaya.
7. Menjaga diri dengan senantiasa berdzikir kepada Allah swt.
8. Menempatkan waktu sesuai kebutuhan dan urgensinya.
Allahu A’lam.
Waktu Dhuha, Batha’ Quraisy, Makkah Al Mukrramah
Sholihun Abu Saaiq Abdul Malik
