Arakan Rohingya National Organization (ARNO) menyatakan, "Sejak 12 November angkatan bersenjata Myanmar melakukan penyerangan dan tindakan kekerasan terhadap warga Rohingya menggunakan helikopter tempur, tank dan artileri. Ada anggota keluarga ditembak mati. Mereka yang melarikan diri karena ketakutan, dihadang dan dibunuh oleh tembakan senapan mesin di sawah, lembah-lembah dan sungai-sungai.
Human Right Watch (HRW) melalui citra satelit pada tanggal 10-18 November 2016, mendeteksi setidaknya terdapat 820 rumah hangus terbakar di 5 desa etnis Rohingya. Dari 820 bangunan hancur, 255 berada di desa Yae Khat Chaung Gwa Son; 265 di Dar Gyi Zar; 65 di Pwint Hpyu Chaung; 15 di Myaw Taung; dan 220 di Wa Peik (selain 100 yang hancur sebelumnya).
Beberapa data/informasi yang didapatkan tim #SOSRohingya ACT di Myanmar:
1. Diperkirakan sekitar 20.000 – 30.000 etnis Rohingya terkurung (tidak bisa berpindah tempat akibat penghadangan/blokade).
2. Sekitar 150.000 warga mengalami krisis pangan. 3.000 anak-anak diantaranya berada di “Operation Zone” mengalami gizi buruk (30-50% berpotensi alami kematian), 42.000 jiwa (termasuk 37.000 anak-anak) mengalami kekurangan gizi (Moderate Acute Malnutrition/MAM).
Mohon doa tertulus dari Sahabat agar misi kemanusiaan yang diemban Global ACTion Team
#SOSRohingya ini bisa berjalan dengan lancar dan dimudahkan segala sesuatunya.
#LetsACTIndonesia
#LetsHelpRohingya



