![]() |
| ilustrasi | sumber: fb.com/inspirates.id |
Tempo hari ada adik angkatan (ketua KKMI) yang bercerita pada saya. "Mas kenapa ya banyak temen-temen yang kena VMJ ? Padahal aktifis dakwah lho.... tapi kok berani pacaran ya?."
Kasus seperti ini memang sering saya temui di masa-masa ketika saya masih aktif di lebaga. Beberapa kader ada yang tidak bisa menahan diri dari yang namanya pacaran.
Kenapa kok bisa gitu ya??
Mungkin bagi mereka yang nggak Ngaji, pasti dengan enteng mereka akan melakukan hal tersebut. Bukannya nggak tau, tapi karena memang mereka ndak mau belajar tentang Syari’at Islam. Malah mereka cenderung cuek saja dengan hal itu dan menganggapnya sebagai hal lumrah yang biasa dilakukan oleh anak muda zaman sekarang.
Tapi lain halnya dengan kader dakwah yang sudah ngaji, apa lagi mereka adalah penerus dakwah para Nabi dan Rosul. Setidaknya mereka sudah tau mana yang halal dan yang haram untuk dikerjakan.
Jika mereka mengetahui, sebenarnya ada beban berat yang di emban oleh anak - anak muda ini dengan membawa nama Islam yang agung di atas pundak mereka.
*
Mereka tahu betul larangan pacaran, mendekatinya saja ndak boleh, apalagi sampai melakukannya. Padahal semua itu sudah jelas, semua yang di larang oleh Allah SWT ketika di kerjakan pasti akan mendapat dosa.
Allah sudah memperingatkan kita dalam Firmannya yang terdapat dalam Al Quran Surah Al-Israa’ : 32
وَلَا تَقْرَبُوا الزِّنَا إِنَّهُ كَانَ فَاحِشَةً وَسَاءَ سَبِيلًا
Artinya: “Dan janganlah kalian mendekati zina; Sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. dan suatu jalan yang buruk.” (Al-Israa’: 32)
Nah tuh... udah pada tahukan, jadi jangan macem-macem ya, deketin aja ndak boleh apalagi meng-eksekusinya.... hehe
Emang ya, model pacaran anak zaman sekarang itu unik-unik . Ada yang mengatakan, "Mas Pacaran kita Islami kok, kita sering sholat bareng, sering kasih sms tausiah, ngingetin sholat, ngaji, puasa sunnah, qiamulain dll."
Ya elahh... sama aja keles, suatu ibadah yang di bukungkus dengan maksiat sama aja dosa broww...
Ada juga yang berdalih kalau pacaran mereka itu dalam rangka Ta'aruf. Mencoba saling mengenal, saling memahami, saling mengerti dan saling menasihati dalam kebaikan. Jadi nggak aneh-aneh kok pacaran kita “ujarnya”.
Ya kali, model seperti itu ya 11-12 sama model yang pertama tadi.
*
Memang secara penelitian umur 17-20an itu lagi meletup-letupnya tu syahwat anak muda. Nah, oleh sebab itu kita sebagai anak muda kudu pinter-pinter mengendalikan hawa nafsu kita.
Trus kala gitu solusinya gimana dong ??
Sebenarnya bukan hak saya untuk menjadi dokter penyakit hati seperti itu. Penyakit itu perlu obat khusus untuk menanganinya.
Satu jenis obat saja ndak cukup untuk menangani semua penyakit, kalau ndak cocok obatnya bisa gawat. Alangkah baiknya lansung di sampaikan ke Murobi atau Murobiah kita supaya bisa di kasih solusinya.
Nah, yang belum Liqo', buruan tuh, cari Murobi/ah yang bisa mendengarkan curhatan isi hatimu dan membimbingmu ke jalan yang benar :D
Intinya saya mau berpesan saja, kepada adik-adik yang lagi ngaji dan lagi mengemban amanah di LDK.
Luruskan hati, luruskan niat dalam segala aktifitasmu, banyak syaiton yang selalu menggodamu untuk melakukan perbuatan maksiat. Jangan sampai kalah dengan godaan syaiton. Kalau kalaian sampai kalah disini mereka akan senang dan tertawa terbahak-bahak melihatmu dalam kemaksiatan yang sesat dan menyesatkan.
By : Teguh Edi Prasetyo | edited by Nanang Budiutomo
