Memakna hidup
Mz. Abri
Sekilah terbersit dalam renungan diri
mengapa kita hadir didunia ini? Dengan sifat, warna, rupa yang juga berbeda –
beda? Allah menciptakan kita sebagai penghuni serta pelaku dalam berhidup dan
memakna dalam hidup, yang secara kakikatnya menginginkan kita menjadi
“kholifah” yang ingin dihadirkan untuk mengisi dan menghiasai dunia yang telah
ditetepkannya.
Kemudian untuk apa kita berhidup?
Yang selayaknya takdir sudah teriringi saat kita tercipta 40 hari pada rahim
orang tua kita, terlahir dan tumbuh dengan jalan takdirnya masing – masing,
yang memang secara kodrat telah ditetapkan-Nya.
Dan apa tujuan dalam berhidup? Yang
semestinya saat kita mengerti dalam segala bentuk rasa yang diciptakkan-Nya,
dalam segala bentuk cinta yang terbuai indah mesra dalam setiap hadir-Nya, kita
hadir didunia bermakna sebagai persinggahan sementara yang nantinya akan
menempuh perjalanan panjang dan tempat kekal sekekal – kekalnya dan seburuk
atau sebaik – baiknya, terlihat bagaimana kita berjalan dalam memakna bijak kehidupan.
Sehingga saat kita mengerti dan memahami itu
semua, maka dalam setiap laku kita akan kita jaga, dalam setiap mulut kita akan
kita jaga, dan setiap fikir kita akan selalu kita jaga, yang nantinya akan
mempesona dan dipandang sempuna oleh-Nya.
Untuk itu, kita yang telah dihadirkan
didalam dunia ini yang kemudian mengerti hakikat dalam memakna hidup yang
diberikan oleh-Nya, maka akan sewajarnya jika wajib bagi kita untuk selau taat,
patuh dan juga berserah pada-Nya.
