@ Pemuda
Amar ma’ruf nahi munkar
[ Mz.
Abri ]
Setiap
kali cahaya kebenaran mulia meredup karena kebangkangan suatu kaum, Allah
mengirim orang-orang yang memiliki tekad untuk menyalakan cahaya tersebut,
hingga cahaya itu menjadi benerang pemberi terang dalam ketaqwaan hanya
kepada-Nya. Ia akan dikokohkan dalam keimanan yang menyatu, penebar kebaikan
bagi seluruh orang – orang yang mau menerima cahaya-Nya.
Dalam
firman-Nya [ Ali – Imron : 110 ] Allah memfirmankan: “ kamu adalah umat
terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh (mengerjakan) yang ma’ruf dan
mencegah dari kemunkaran dan beriman kepada Allah ”.
Mukmin
yang terdapat cahaya iman didalamnya, yang menyadari akan pentingnya dalam
bersikap patuh kepada-Nya, besikap baik atas sesama dan menghargai atasnya, maka ia akan
menyerukan, mengerjakan perbuatan yang ma’ruf itu, dan secara otomatis
ia akan meninggalkan dan mengingatkan antar sesama yang kemunkaran itu.
Yang
juga tak kalah pentingnya serta yang sangat utama dalam kaitanya melakukan “amar
ma’ruf nahi munkar” adalah hendaklah niatkan hanya mengharap keridhoan-Nya dalam
merealisasikan perintah-Nya semata serta menjadikan cermin tanda taqwa
kepada-Nya.
Bahwa
Allah adalah zat yang harus ditaati, karena itu Ia tidak pantas untuk ditentangi,
karena ia adalah zat yang harus diingati karena itu ia tidak boleh dilupai,
oleh sebabnya kita harus mensyukuri, karena itu tak seorang pun bagi kita boleh
mengkufuri.
Sehingga
bersikap seperti inilah tidak akan bisa dicapai kecuali oleh kita yang telah
tertanam dalam jiwanya nilai ubudiyah (penghambaan) yang hakiki, yang
menjadikan dalam setiap tapak langkahnya ia adalah seorang hamba yang wajib
tunduk patus taat terhadap-Nya.
Coba
lihat Rasulullah saat itu, beliau telah disakiti kaumnya untuk menyampaikan
risalah kebenaran-Nya, dihinai, dipukuli, didzolimi kepada kaum qurais dizaman
itu. Namun sangatlah besar ubudiyah beliau kepada-Nya, beliau hanya
berkata, “ Ya Allah ampunilah kaumku, karena mereka adalah orang – orang
yang tidak tahu ”. sungguh cerminan ubudiyah yang sempurna yang
ditampakkannya.
Dalam
sabdanya Rasulullah juga dari Abu Sa’id Al-Khudriy ra. Berkata, Aku mendengar
Rasulullah bersabda: “ Barang siapa melihat kemunkaran, hendahlah merubah
dengan tangannya, jika tidak mampu, maka dengan lisannya, jika tidak mampu maka
dengan hatinya, dan yang demikian itu tingkatan iman paling lemah ” (h.r
Muslim).
“ Nilai Amar ma’ruf nahi munkar wajib dipupuk dan disematkan dalam hati setiap mukmin, karenanya Allah akan ridho atas segalanya “
Sebagai
generasi muda beriman, tentunya kita wajib untuk memberantas kemunkaran sesuai
dengan kemampuannya masing – masing, baik dengan tangan, lisan, atau hati kita.
Mampu
mengetahui hal yang ma’ruf dan mengingkari hal munkar melalui
hati tentunya merupakan hal yang wajib, karena saat kita mengetahui dan dapat
membedakan kebaikan dan kemunkaran maka beruntunglah, tetapi saat kita tidak
dapat membedakan maka merugi dan celakalah. Karena saat kita mengetahui
kemungkan tetapi tidak mengingkarinya maka itu pertanda hilangnya iman dalam
hati kita.
Serta
juga wajib saat lisan kita dapat berbicara dalam menyampaikan kebaikan dalam
nilai amar ma’ruf nahi munkar maka harus untuk disampaikan, dan pada
saat masih sangat merajalela kemunkaran yang ada maka boleh dalam beramar
ma’ruf dengan menggunakan tangan, yang tentunya dengan adab dan akhlak yang
santun dan baik hingga tidak tersakiti dan menyakiti.
Oleh karena itulah, saat kita melhat
saudara seiman kita, pemuda – pemuda muslim kita, rekan – rekan kita banyak
yang belum sholat, banyak yang belum ngaji, banyak yang masih bersenang dalam
kemaksiatan dan banyak yang masih berbangga dalam berzinaan, maka beramar
ma’ruflah semaksimal kita bisa lakukan.
Menjadi pemuda yang baik adalah baik,
menyampaikan yang baik adalah baik,
meninggalkan yang baik adalah baik,
memberi yang terbaik adalah baik.
# Pemuda
Yang jiwanya menggema semangat
membara
Yang ruhnya bangkit tanpa ada
batasnya
Menjadi sosok luar biasa dengan
segala rasa
Yang hadirnya menggokohkan sesama
Pemuda,
Yang hatinya terdapat Allah sungguh
sangat luar biasa
Yang hatinya terdapat cinta sungguh
mempesona
Hingga ia tunduk patuh atas segala
perintah-Nya
Pelaku Amar ma’ruf nahi munkar-Nya
Pemuda,
Jadikan Allah ghayatuna
Jadikan Ar-Rasul Qudwatuna
Jadikan Al-Quran dusturuna
Jadikan Al-Jihadu sabllunaJadikan Al-Mautu fi sabilillah
asma amanina
