Tuhannya Syahwat, Nabinya para pemilik modal, Kitab sucinya lembaran uang (2)





Mari kita perluas cakrawala kita, kita lihat masalah ini dari berbagai sudut pandang, dengan berbagai macam jarak pandang, dan sebisa mungkin dengan resolusi pandang yang sejernih-jernihnya sehingga mampu menghasilkan kesimpulan yang komprehensif. Pertama ambil jarak pandang yang cukup jauh agar dihasilkan gambar yang menyeluruh.

Gambarnya bisa dirumuskan dengan pertanyaan dari mana asalnya, mau berjalan kemana, sekarang sudah sampai dimana? Dari mana asalnya : yang paling mendakati jawaban atas pertanyaan ini adalah syahwat. Walaupun rumusan kenbendaannya belumlah jelas tetapi fenomena syahwat bisa sangat dirasakan manusia, dia seperti angin yang berhembus yang menerbangkan daun tanpa pernah bisa kita lihat wujudnya.

Begitu juga dengan syahwat, menerbangkan hati dan akal manusia untuk cenderung mencintai benda. Ibarat syahwat adalah potensi negatif yang ada dalam diri manusia, sedangkan benda-benda dalah potensi positif. Keduanya akan saling tarik menarik yang saking kuatnya sehingga punya energi transformatif. Perubahannya tentu saja ke arah benda karena syahwat tidak pernah puas dengan dirinya sendiri, dia memerlukan kepuasan dari luar dirinya.

Masalahnya adalah daya tampung syahwat itu tidak terbatas, dia akan melahap apapun yang disuguhkan kepadanya tanpda pernah kenyang. Besarnya energi yang dihasilkan syahwat dan luasnya daya tampungnya menjadikan syahwat berposisi layaknya Tuhan. Disembahlah syahwat oleh manusia. Dituruti segala perintahnya, dijadikannya syahwat sebagai sumber inspirasi dan hukum, dasar hidup, tujuan, dan seluruhnya dibungkus dengan Tuhan syahwat. Mau berjalan kemana : tentu saja Tuhan tidak lantas berkomunikasi langsung dengan hambanya.

Dibutuhnkan penerjemah firman-firmannya supaya hambanya mengerti maksud Tuhan, dengan kata lain tahu mau berjalan kemana sesuai dengan perintahnya. Akhirnya syahwat mengutus nabinya yang diberi tugas menuntun segenap umat menempuh jalan penghambaan. Nabi ini ditakdirkan dengan kemampuan luar biasa dan kesaktian yang mumpuni. Ialah para pemilik modal utusan Tuhan.

Dengan kecerdasan dan kelincahannya dituntunlah umat ke jalan syahwat. Dimanfaatkannya pemberian Tuhan berupa modal untuk diputar demi kepentingan Tuhan. Dari sinilah dimulai transformasi berbagai lini. Disebarkan ajaran-ajaran sampai kepelosok bumi sampai akhirnya terbentuklah kerajaan para nabi.

Anda bisa lihat istana-istana para nabi ini, begitu megah dan indahnya, membuat oarng terpana dan membuat orang berbondong-bondong mengikuti risalahnya. Lihatlah mal-mal, perkantoran, pabrik-pabrik, institusi-institusi, disanalah gubuk para nabi. Tetapi tidak semua orang bisa ketemu dengan nabi, maka nabi dengan kecerdasannya menuliskan fiman Tuhan pada lembaran-lembaran yang nanti akan diresmikan sebagai kitab suci yaitu uang.

Ini kitab suci paling sederhana sepanjang sejarah. Tidak perlu dipahami dengan ilmu bahasa tetapi langsung bisa memberikan pemahaman akan risalah dan jalan yang harus ditempuh menuju Tuhan. Inilah tiga asa agama yang saya jelaskan di atas. Sudah sampai mana : agama ini sudah begitu banyak dianut manusia, sebagai agama, sudah sampai taraf pengamalan secara total dan sempurna, sehingga tahap berikutnya adalah pelestarian, penjagaan,pengembangan dan pewrisan nila-nilainya.

Bersambung......

COMMENTS

Name

act,5,al quran,2,alamanda,1,aleppo,1,bulughul maram,1,cbk,7,dakwah,1,hikmah,9,himatana,1,jendela,1,kabar internasional,2,kabar ldk,10,kabar nasional,2,kajian,1,kammi,7,kmi,22,kmi_event,3,kompaq,4,ldk univ,9,media,7,middle_east,2,muslim,1,nuruttaqwa,2,pai,4,palestina,1,pemikiran islam,34,pengembangan diri,1,pojok penyemangat,7,qurban,1,rohingya,2,sarbini,1,siria,1,syam,1,syiar,1,syria,1,takmir,9,tsaqofa,1,tsaqofah,36,wanita,1,
ltr
item
Muslim Veteran: Tuhannya Syahwat, Nabinya para pemilik modal, Kitab sucinya lembaran uang (2)
Tuhannya Syahwat, Nabinya para pemilik modal, Kitab sucinya lembaran uang (2)
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhe4_qgq5Mnk8tKuKNuBq0Oim4qh56BikLYlX98OqMiwJCzDn4rBuqkmHs-s7563viA7S3XUmxPnw-zBgDLePFR7-_hq1s_uOj72o9-vr9RyKHbAJV2hA8T9zzuEZUbg1q-0gke1D72ZGI/s320/capitalism-cartoonweb.jpg
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhe4_qgq5Mnk8tKuKNuBq0Oim4qh56BikLYlX98OqMiwJCzDn4rBuqkmHs-s7563viA7S3XUmxPnw-zBgDLePFR7-_hq1s_uOj72o9-vr9RyKHbAJV2hA8T9zzuEZUbg1q-0gke1D72ZGI/s72-c/capitalism-cartoonweb.jpg
Muslim Veteran
https://muslimveteran.blogspot.com/2017/02/tuhannya-syahwat-nabinya-para-pemilik_23.html
https://muslimveteran.blogspot.com/
http://muslimveteran.blogspot.com/
http://muslimveteran.blogspot.com/2017/02/tuhannya-syahwat-nabinya-para-pemilik_23.html
true
157995356394649348
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy