Tuhannya Syahwat, Nabinya para pemilik modal, Kitab sucinya lembaran uang (3)





Kedua, ambillah sudut pandang lain untuk memahami fenomena ini. Sudut pandangnya adalah sudut pandang rohani dengan bekal fitrah yang ada pada manusia. Sebenarnya syahwat bukan satu-satunya potensi yang ada pada diri manusia. Ada semacam ketersambungan yang menghubungkan manusia dengan Tuhannya.

Sebuah tali yang kalau manusia mau memeganggnya erat-erat maka akan kuat pijakan manusia. Pijakan menjalani hidup, mengkhalifai hati, akal, bahkan syahwat yang dianggap Tuhan oleh sebagian manusia. Kita bisa bergeser ke sudut pandang ini dengan satu syarat yaitu keimanan. Dari sudut ini akan kita peroleh suatu gambaran yang lebih komprehensif.

Pandangan pada sudut ini akan mampu menerawang segala sudut yang lain, artinya akan terciptanya keseimbangan berfikir, analisa, pemetaan, yang semua itu disebut dengan keadilan. Kenapa disebut keadilan? Karena di sini segala sesuatu diletakkan sesuai dengan tempatnya. Tidak ada yang tidak tertata dengan baik.

Sehingga syahwat pun akan mengahasilkan sesuatu yang baik dan indah dalam sudut pandang ini. Keseimbangan yang terjadi berakibat memunculkan arus perubahan yang tidak hanya sekedar kuat tetapi juga menyelamatkan apa-apa yang dilewati dan disentuhnya. Sampai-sampai arus ini diberi gelar oleh yang membuat sebagai rahmat bagi seluruh alam.

Dijelaskan bahwa manusia bukannya tidak boleh mengolah dan mendaya gunakan materi, tetapi menempatkan materi sebagai alat bukan tujuan. Disetiap tindakannya tujuan bukan memenuhi tuntutan syahwat, tetapi berusaha merohanikan setiap tindakan yang berhubungan dengan benda. Merohanikan dalam arti memandang benda sebagai alat menuju Allah. Tentu saja dengan rambu-rambu yang oleh Allah sendiri sudah disiapkan.

Setelah itu kita tingkatkan resolusi pandang kita dalam sudut pandang ini. Meningkatkan resolusi berati juga menambah kejelasan, detail, keakuratan, presisi, dan kelengkapan gambar sehingga setiap bagiannya bisa kita perdalam tanpa mengalami kekaburan. Salah satunya dengan memetakan cara pandang yang dibawa arus transformatif materialis. Kita harus melihat akibat apa saja yang akan kita tanggung ketika syahwat dengan cara yang tidak adil kita posisikan sebgai Tuhan. Kebendaan identik dengan kenimatan jasad.

Ketika manusia sudah buta dengan kenikmatan jasad dipenuhilah hatinya dengan syahwat. Terisi penuh sehingga tidak ada tempat untuk rasionalitas. Ketika hilang rasionalitas maka hilanglah regulasi kehidupan. Hilanglah peran akal sebagai penjaga keteraturan. Akal hanya akan menjadi budak syahwat untuk memenuhi kebutuhannya.

Kalau sudah seperti itu rusaklah sikap hidup (ahlaq) manusia. Ahlaq manusia landasannya adalah akal yang berfungsi sejajar dan saling bekerjasama dengan hati dan syahwat. Ketidak berfungsian ini bisa kita lihat dari rusaknya tatanan sikap manusia materialis. Hilanglah sudah pada diri mereka parameter baik buruk. Semuanya dianggap baik asalkan sesuai dengan tujuan kebendaan.

Nabiullah Muhammad SAW. diutus dengan dibekali Ahlaqul Karimah (sikap hidup yang mullia). Kenapa Nabi tidak dibekali dengan modal yang besar sehingga mampu juga membuat kemajuan semerti ‘nabinya’ para penyembah syahwat? Nanti kan lebih efektif dan bisa dipastikan akan lebih banyak orang mengikuti beliau.

Tapi Allah berkehendak lain, dikehendakinya kemulian itu bukanlah berapa banyak materi yang bisa kamu kumpulkan dan nikmati tetapi kemulian adalah sikap hidupmu (ahlaq). Sikap hidup yang bisa membawa keselamatan bagi dirimu dan orang lain dan kektika dia mencapai level tertinggi terciptalah yang diesebut rahmat bagi seluruh alam. Disini terlihat keluasannya pandangan ini, tidak hanya materi yang dirangkul tetapi rohani.

Bagi anda yang bukan penganut agama materialis sebaiknya tidak usah berkecil hati. Walaupun kenyataannya anda adalah minoritas. Agama materialis sudah semakin dahsyat menancapkan akarnya. Ditopang dengan penguasaan modal oleh nabi-nabi meraka dan kitab suci berupa lembaran uang yang semakin dihayati oleh pengikutnya.

Tetapi semua itu tidak akan kekal apalagi abadi. Tengoklah sejarah bagaimana kejayaan itu dipergilirkan diantara manusia. Belum pernah ada kejayaan yang lestari terus menerus, bahkan kejayaan Baginda Raja Sulaiman as. pun harus tunduk dengan pergilran itu. Kecuali kejayaan Al-Mulk Allah SWT. Maka sembahlah Allah yang tidak pernah luntur kekuasaan-Nya. Hidup itu perjungan, segala kebangkitan dan kehancuran hanyalah sekenario dan iradah Allah yang harus dijalani. Manusia hanya wajib berjuang dengan ahlaqul karimah.

Jika kamu (pada perang Uhud) mendapat luka, maka sesungguhnya kaum (kafir) itupun (pada perang Badar) mendapat luka yang serupa. Dan masa (kejayaan dan kehancuran) itu Kami pergilirkan diantara manusia (agar mereka mendapat pelajaran); dan supaya Allah membedakan orang-orang yang beriman (dengan orang-orang kafir) supaya sebagian kamu dijadikan-Nya (gugur sebagai) syuhada'. Dan Allah tidak menyukai orang-orang yang zalim, (QS Ali Imran, Ayat 140)

COMMENTS

Name

act,5,al quran,2,alamanda,1,aleppo,1,bulughul maram,1,cbk,7,dakwah,1,hikmah,9,himatana,1,jendela,1,kabar internasional,2,kabar ldk,10,kabar nasional,2,kajian,1,kammi,7,kmi,22,kmi_event,3,kompaq,4,ldk univ,9,media,7,middle_east,2,muslim,1,nuruttaqwa,2,pai,4,palestina,1,pemikiran islam,34,pengembangan diri,1,pojok penyemangat,7,qurban,1,rohingya,2,sarbini,1,siria,1,syam,1,syiar,1,syria,1,takmir,9,tsaqofa,1,tsaqofah,36,wanita,1,
ltr
item
Muslim Veteran: Tuhannya Syahwat, Nabinya para pemilik modal, Kitab sucinya lembaran uang (3)
Tuhannya Syahwat, Nabinya para pemilik modal, Kitab sucinya lembaran uang (3)
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhe4_qgq5Mnk8tKuKNuBq0Oim4qh56BikLYlX98OqMiwJCzDn4rBuqkmHs-s7563viA7S3XUmxPnw-zBgDLePFR7-_hq1s_uOj72o9-vr9RyKHbAJV2hA8T9zzuEZUbg1q-0gke1D72ZGI/s320/capitalism-cartoonweb.jpg
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhe4_qgq5Mnk8tKuKNuBq0Oim4qh56BikLYlX98OqMiwJCzDn4rBuqkmHs-s7563viA7S3XUmxPnw-zBgDLePFR7-_hq1s_uOj72o9-vr9RyKHbAJV2hA8T9zzuEZUbg1q-0gke1D72ZGI/s72-c/capitalism-cartoonweb.jpg
Muslim Veteran
https://muslimveteran.blogspot.com/2017/02/tuhannya-syahwat-nabinya-para-pemilik_24.html
https://muslimveteran.blogspot.com/
http://muslimveteran.blogspot.com/
http://muslimveteran.blogspot.com/2017/02/tuhannya-syahwat-nabinya-para-pemilik_24.html
true
157995356394649348
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy