Dan Sulaiman telah mewarisi Daud, dan dia berkata: "Hai Manusia,
kami telah diberi pengertian tentang manthiq at
thoir dan kami diberi segala sesuatu. Sesungguhnya ini benar-benar suatu
kurnia yang nyata." (An Naml, 16)
Dalam berbagai terjemahan manthiq at thoir diartikan sebagai suara
burung. Terjemahan ini menimbulkan kesan bahwa Nabi Sulaiman as. mampu mengerti
percakapan apa yang terkandung dalam suara burung. Dan hanya nabi sulaiman saja
yang mampu melakukannya.
Namun Al Qur’an bukan hanya untuk nabi dan rasul. Bahkan Al Quran itu
diprioritaskan kepada manusia yang pada zamannya sudah tidak lagi diberi jatah
nabi ataupun rasul.
Sehingga manthiq at thoir haruslah mempunyai makna yang bisa kita selami.
Terutama bagi kita yang terpisah berabad-abad dari nabi kita Sulaiman as.
Jika pernah mendengar kata manthiq biasanya langsung terasosiasikan pada
kata logika. Istilah manthiq lebih sering digunakan oleh ahli-ahli pikir dari
kalangan muslim. Manthiq memang dekat artinya dengan istilah logika. Yaitu cara
berpikir yang benar. Dimana ilmu manthiq dipelajari sebagai dasar cara berpikir
dan mengambil keputusan yang benar. Sepengatuhuan saya para ahli ushul fiqih juga
menggunakan manthiq untuk membuat struktur hukum atau fiqih, terutama pada
hukum-hukum yang belum pernah dtemukan pada zaman Nabi hidup.
Manthiq atau logika pada zaman sekarang adalah syarat bagi pemikiran
ilmiah. Sering kita mendengar pendapat ahli A logis atau pendapat ahli B tidak
logis. Pernyataan ini mengacu kepada seberapa besar pendapat tersebut memenuhi
syarat berpikir benar (logika / manthiq).
Lalu apa hubungannya antara manthiq / logika dengan burung dan dengan Nabi
Sulaiman as.? Atau kalau mau lebih umum lagi apa hubungannya dengan umat islam?
Akal sebagai pemberian Allah SWT. seharusnya kita gunakan sebagai pintu
gerbang untuk mengarungi kehidupan dan menunjang peran manusia sebagai
khalifah. Berpikir benar dan tentu saja sesuai dengan iradah Allah adalah salah
satu kuncinya.
Maka peran manthiq/logika menjadi penting. Tapi Allah membuat pernyataan
manthiq at thoir. Allah menyertakan burung pada istilah tersebut. tentu tugas
kita sebagai manusia yang diberi akal untuk dapat mengambil hikmah dari
firman-Nya.
Bersambung.....
